Total Tayangan Halaman

Minggu, 25 Maret 2012

Marga-Marga Simalungun

      Simalungun mengenal 4 marga (morga) yang kerap disebut dengan morga sioppat, yaitu Sinaga, Saragih, Damanik, dan Purba atau disingkat dengan SISADAPUR. Hubungan kekeluargaan, asal, dan silsilah (tarombou) dari keempat marga ini belum dapat ditentukan secara ilmiah, namun yang pasti mereka ini saling bersanina, bertondong, dan beranak boru dalam bingkai Tolu Sahundulan Lima Saodoran dengan berfalsafah hidup pada Habonaron Do Bona. 
      
      Marga Sinaga mengenal beberapa cabang marga dengan kategori berikut: 
  1. Cabang asli Simalungun, yaitu Dadihoyong, Porti, Simaibang, dan Simanjorang 
  2. Cabang dari Toba, yaitu Bonor (Pande, Suhut ni Huta atau Sidasuhut), Uruk, Oppu Ratus. Lalu ada beberapa marga lain yang dahulu pada masa eksisnya kerajaan-kerajaan Simalungun berafiliasi dengan marga Sinaga, di antaranya seperti Sipayung, Silalahi, Sihaloho, Sitorus, Sirait, Butar-Butar, Manurung, Sinurat, dan lain-lain. 
            Marga Purba mengenal beberapa cabang, yaitu: 
  1. Cabang asli Simalungun meliputi Tambak, Sidasuha, Sidadolog, Sidagambir, Siborou, Sigumonrong, Silangit, Sihala, Tua, Tanjung, Tondang, Tambun Saribu, dll 
  2. Cabang dari Pakpak, yaitu Pakpak (dari Tungtung Batu) dan Girsang (Lehu). 
  3. Cabang dari Toba yaitu Manorsa, cabang marga ini hanya dijumpai di daerah Haranggaol. 

      Sementara itu, untuk marga Purba Toba yang banyak bermukim di daerah Dolok Sanggul juga mengenal beberapa cabang, seperti Sigulang Batu, Parhorbo, dan Pantom Hobon. Kaitan antara marga Purba Simalungun dengan Purba Toba ini, penulis berpendapat keduanya berasal dari satu keturunan, namun saya belum mampu menguraikan siapa yang lebih dulu ada di antara keduanya. Purba yang dikaitkan dengan Simamora, Manalu, Debataraja, Rambe, dan Lumban batu, penulis berpendapat mereka tidak ada hubungan satu sama lain.

      Saragih juga mengenal cabang-cabang dengan kategori berikut: 
  1. Cabang asli Simalungun, yaitu Sumbayak, Garingging, Sidasalak, Sidajawak. 
  2. Cabang dari Toba, yaitu Turnip, Siadari, Sijabat, Sidauruk, Simanihuruk, Sinapitu, Siallagan, Sitio, Sidabutar, Sidabalog, Simarmata, Sitanggang, Ruma Horbo (di Simalungun membentuk cabang baru yaitu Simaronggang) , Tamba, dan Sidabaho (Naibaho), dll. 
  3. Cabang dari Karo, yaitu Munte. 
  4. Lalu beberapa cabang yang belum diketahui secara pasti keberadaannya apakah sebagai cabang asli atau pendatang seperti Sidamuntei, Parmata, Sidapulou, dan Simatondang. 
      Damanik mengenal beberapa cabang, yaitu: 
  1. Cabang asli Simalungun, yaitu Rappogos, Malayu (asal marga Malau), Barotbot, Usang, Bayu, Sola, Sarasan, Rih, Hajangan, Simaringga, dll. 
  2. Cabang dari Toba, yaitu: Manik (Raja), Malau, Gurning, Tomog, Ambarita (Bariba), Limbong, Sagala, dll. 

      Penulis Oleh Masrul Purba Dasuha Tambahan Suku Simalungun asli adalah keturunan marga Sisadapur + Sipayung. Sinaga, Saragih, Damanik dan Purba serta Sipayung. Simalungun itu mirip dengan Karo. Karo memiliki 5 marga, demikian pula Simalungun. Marga di Simalungun itu identik dengan marga raja (harajaan). Marga Purba adalah marga raja (dinasti) di bekas Kerajaa n Panei, Dolog Silou dan Silimakuta (Nagasaribu); marga Saragih raja di Kerajaan Raya dan onggou Sipoldas (Saragih Sidabuhit), Sinaga marga Raja Batangiou dan Tanoh Jawa, Damanik marga raja Nagur dan Siantar. Terakhir Sipayung adalah Harajaan (Dewan Kerajaan) di Kerajaan Dolog Silou (Anakboru Dolog). Dan marga raja Simalungun itu dari penelitian saya (baik wawancara langsung dengan keturunan raja-raja Simalungun dan penelusuran arsip dan blog di internet ini) membantah asalnya adalah dari orang Toba-Samosir. Alasan yang sangat meyakinkan adalah bahwa di Toba sampai hari ini tidak dikenal yang namanya “kingdom” atau negara. Dan ini sudah diakui tuntas oleh Dr. L. Castles dari Ohio University, Batak Toba itu “stateless”, sedangkan Simalungun itu mengenal tradisi bernegara yang diakui oleh Prof. Dr. W. Liddle dari AS. Kemudian di Simalungun ada fungsionaris Harajaana yang terapilkasi dalam adat Simalungun sampai sekarang, yaitu Anak Bor Jabu dan Anak Boru Mintori, status adat yang tidak ada di Dalihan Natolu Batak Toba dan Mandailing, hanya ada di Suku Karo dan Simalungun. 
       Ini membuktikan kemungkinan yang seketurunan adalah suku Karo dan Simalungun dari bekas Kerajaan Nagur dan Aru. Seandainya suku Simalungun itu dari Toba, maka Simalungun sekarang tidak ada bedanya dengan daerah Balige atau Humbang Hasundutan sekarang yang mirip (similar) secara adat, budaya, bahasa dan sejarah. Ini tidak! Jadi, dengan tidak mengesampingkan ada “tokoh Simalungun” yang tidak jelas identitasnya yang malu jadi orang Simalungun sehingga perlu menjadi Ketua di Perkumpulan Marga Toba, saya sebagai seorang keturunan raja Panei menyatakan tegas: Suku Simalungun itu adalah suku asli Sumatera Timur yang pernah karena serangan Singosari dan Majapahit serta Aceh dan terakhir Revolusi Sosial pergi dan pindah ke daerah di Toba, Karo dan Pakpak, dan malu mengaku dirinya orang Simalungun, karena dicap feodal. 
Sumber : http://sevilla99.wordpress.com/Sebagian Tulisan Kontribusi Oleh Masrul Purba Dasuha


Lihat Juga Link :

1. http://garamasilimakuta.blogspot.com/2009/11/sejarah-simalungun.html 
2. http://garamasilimakuta.blogspot.com/2009/11/sambungan-sejarah-simalungun.html 
3. http://garamasilimakuta.blogspot.com/2009/11/sambungan-sejarah-simalungun_18.html
4. http://garamasilimakuta.blogspot.com/2009/11/siapakah-yang-disebut-sebagai-orang.html
5. http://garamasilimakuta.blogspot.com/2011/05/kerajaan-purba.html
6. http://garamasilimakuta.blogspot.com/2011/09/musik-tradisional-simalungun.html
7. http://garamasilimakuta.blogspot.com/2012/03/marga-marga-simalungun.html
8. http://garamasilimakuta.blogspot.com/2012/03/asal-usul-marga-purba.html
9. http://garamasilimakuta.blogspot.com/2012/03/sinaga.html
10. http://garamasilimakuta.blogspot.com/2012/03/damanik.html
11. http://garamasilimakuta.blogspot.com/2012/03/asal-usul-marga-sipayung.html
12. http://garamasilimakuta.blogspot.com/2012/03/identitas-simalungun-dari-persaudaraan.html
13. http://garamasilimakuta.blogspot.com/2012/03/tarombo-marga-sipayung.html
14. http://garamasilimakuta.blogspot.com/2012/03/benarkah-marga-girsang-bukan-cabang.html
15. http://garamasilimakuta.blogspot.com/2012/03/revolusi-sosial-berdarah-di-simalungun.html
16. http://garamasilimakuta.blogspot.com/2012/04/patunggung-simalungun.html 

Jumat, 23 Maret 2012

Purbatua Etek, Silimakuta, Simalungun

       Purbatua Etek adalah sebuah nagori yang terletak di Kecamatan Silimakuta, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Indonesia. Nagori Purbatua Etek terletak di antara Saribu Dolok menuju Saran Padang, dengan populasi penduduk kurang lebih sekitar 500 orang yang tergabung dalam berbagai marga dari suku Batak (di antaranya suku Simalungun, suku Batak Toba...

Jumat, 09 September 2011

MUSIK TRADISIONAL SIMALUNGUN

        MUSIK TRADISIONAL SIMALUNGUN Simalungun adalah salah satu dari lima kelompok etnis batak. Etnis Simalungun berasal dari kabupaten simalungun, provinsi Sumatera Utara. Musik tradisional Simalungun diwariskan secara turun-temurun dengan cara lisan. Musik Tradisional Simalungun sebagai bagian dari unsur kebudayaan Simalungun Meliputi : 
   1. Alat-Alat Musik Tradisional Simalungun Alat-alat Musik Tradisional Simalungun dapat digolongkan sebagai berikut : 

A. Golongan Idiofon 
  • Mongmongan, merupakan alat musik yang terbuat dari kuningan atau besi yang memiliki pencu. Mongmongan ada dua macam yaitu, Mongmongan sibanggalan dan Mongmongan sietekan. 
  • Ogung, merupakan nama lain dari gong yang selama ini kita kenal. Ogung ada dua macam yaitu ogung sibanggalan dan ogung sietekan. 
  • Sitalasayak, adalah alat musik yang bentuknya seperti simbal yang ter terbuat dari kuningan atau besi dan terdiri dari dua bilah yang sama bentuknya. 
  • Garantung, merupakan alat musik yang terbuat dari kayu dan mempunyai resonantor yang juga terbuat dari kayu. Garantung terdiri dari tujuh bilah yang mempunyai nada berbeda. 
    
B. Golongan Aerofon 
  • Sarune Bolon, merupakan jenis alat musik tiup yang mempunyai dua lidah (double reed) badannya terbuat dari silastom, nalihnyaq terbuat dari timah, tumpak bibir terbuat dari tempurung. Lidah terbuat dari daun kelapa, dan sigumbang terbuat dari bamboo, Sarune bolon dipergunakan sebagai pembawa melodi. 
  • Sarune Buluh, merupakan jenis alat musik tiup yang yang terdiri dari satu lidah (single reed). Sarune buluh terbuat dari bambu, mempunyai tujuh lobang suara, sebelah atas enam lobang dan sebelah bawah satu lobang. 
  • Tulila, merupakan sejenis recorder yang terbuat dari bambu, Tulila dimainkan secara vertikal. 
  • Sulim, merupakan alat musik sejenis flute yang terbuat dari bambu. 
  • Sordam, merupakan alat musik sejenis flute yang terbuat dari bambu yang dimainkan miring (oblique flute). 
  • Saligung, merupakan salah satu alat musik sejenis flute yang terbuat dari bambu hanya saja ditiup dengan hidung. 
  • Ole-ole, adalah merupakan jenis alat musik tiup yang yang terdiri dari satu lidah (single reed).badannya terbuat dari batang padi dan resonantornya terbuat dari daun enau atau daun kelapa. 
  • Hodong-hodong, merupakan alat musik sejenis genggong, genggong jenis alat musik yang dibuat dari bilah, besi, kawat, dan sebagainya yang dibunyikan dengan ditekankan di mulut lalu dipetik dengan telunjuk. Hodong-hodong dipergunakan sebagai alat komunikasi seorang pemuda kepada kekasihnya dan sebagai hiburan. 
  • Ingon- ingon, merupakan alat musik di ladang yang ditiup oleh angin. Angin memutar kincir sehingga bambu berbunyi. Ingon-ingon terbuat dari sebilah kayu sebagai kincir dan bambu sebagai penghasil bunyi. 

C. Golongan Membranofon 
  • Gonrang Sidua-dua, merupakan gendang yang badannya terbuat dari kayu ampirawas dan kulitnya dari kulit kancil atau kulit kambing. Gonrang Sidua-dua terdiri dari dua gendang. 
  • Gonrang sipitu-pitu/Gonrang bolon, merupakan gendang yang badannya terbuat dari kayu dan kulitnya terbuat dari kulit lembu, kambing, dan kulit kancil. Pada bagian atas terdapat kulit dan pada bagian bawah ditutupi kayu. Gendangnya terdiri dari tujuh buah gendang . 

D. Golongan Kordofon 
  • Arbab, adalah alat musik yang terbuat dari : tabung resonantordari labu atau tempurung, leher terbuat dari kayu atau bamboo, lempeng atas terbuat dari kulit kanci atau kulit biawak, senar terbuat dari benang dan alat penggesek terbuat dari ijuk enau yang masih muda. 
  • Husapi, merupakan alat musik sejenis lute yang mempunyai leher. Husapi terbuat dari kayu dan mempunyai dua senar. 
  • Jatjaulul/Tengtung, merupakan alat musik yang terbuat dari bambu yang senarnya sebanyak dua atau tiga buah. Dimainkan dengan memukul senarnya.   
   

Selasa, 24 Mei 2011

Wisuda Unimed Terpaksa Ditunda

MEDAN – Pelaksanaan wisuda Universitas Negeri Medan (Unimed) harus ditunda karena belum terpilihnya rektor defenitif menggantikan Syawal Gultom.

Pelaksana tugas (Plt) Rektor Unimed Selamat Triyono dinilai tidak memiliki kewenangan untuk menandatangani ijazah para wisudawan. Hal itu diungkapkan Ketua panitia pemilihan rektor Unimed Chairul Azmi, kemarin.

Kata dia, ketika pihaknya melakukan konfirmasi ke bagian kepegawaian di pusat, dinyatakan bahwa Plt tidak bisa menandatangani izajah wisuda. “Itu sudah ada peraturan dari kemendiknas,” ungkap Chairul, kemarin.

Chairul mengatakan wisuda Unimed baru akan digelar hingga dilantiknya rektor defenitif. Dia melanjutkan, jadwal wisuda baru akan ditentukan setelah itu.

Pengamat pendidikan dari Unimed Usman Pelly mengatakan, ada dua solusi untuk mengatasi agar wisuda di Unimed tidak ditunda. Pertama, Unimed tetap harus menunggu sekira dua minggu lagi proses pemilihan rektor yang baru, setelah itu baru menggelar wisuda. Solusi kedua, Pj Rektor Unimed yang sekarang meminta surat mandat dari Dirjen Dikti untuk dapat menandatangani ijazah wisudawan. (lia anggia nasution/sindo)(//rfa)

Sumber : okezone

09. May 2011 von 140000

Kamis, 05 Mei 2011

Kerajaan Purba

      Rumah Bolon Raja Purba di Pematang Purba, Simalungun.

    Purba adalah marga dari Raja di kerajaan Banua Purba, salah satu kerajaan yang pernah ada di daerah Simalungun. Raja Purba memiliki keturunan: Tambak, Sigumonrong, Tua, Sidasuha (Sidadolog, Sidagambir). Kemudian ada lagi Purba Siborom Tanjung, Pakpak, Girsang, Tondang, Sihala, Raya.

    Pada abad ke-18 ada beberapa marga Simamora dari Bakkara melalui Samosir untuk kemudian menetap di Haranggaol dan mengaku dirinya Purba. Purba keturunan Simamora (kemungkinan Purba Sigulang Batu),Purba Manorsa (Purba manorsa adalah purba parhorbo yang asalnya dari Toba yaitu huta simamora nabolak terus merantau ke simanalungun) dan tinggal di Tangga Batu dan Purbasaribu. Sebagian orang percaya bahwa keturunan Simamora inilah yang menjadi leluhur marga Purba yang ada di daerah Simalungun. Keturunan Simamora ini menetap dan beranak cucu di daerah tersebut dan keturunannya dianggap sebagai orang Simalungun dan bukan lagi keturunan orang Toba (beda dengan Purba Sigulang Batu), yang menjadi leluhurnya. semakin lama keturunan Purba ini semakin banyak hingga jumlahnya menjadi lebih besar dari Purba Sigulang Batu yang tidak merantau ke tanah Simalungun.

    Pada tahun 1996, salah satu putra dari Raja Siboro diculik dan dinyatakan menghilang berserta ketiga saudaranya.
[sunting] Raja-Raja Kerajaan Purba Pak-Pak di Pematang Purba

Tuan Pangultop Ultop (1624-1648)
Tuan Ranjiman (1648-1669)
Tuan Nanggaraja (1670-1692)
Tuan Batiran (1692-1717)
Tuan Bakkaraja (1718-1738)
Tuan Baringin (1738-1769)
Tuan Bona Batu (1769-1780)
Tuan Raja Ulan (1781-1769)
Tuan Atian (1800-1825)
Tuan Horma Bulan (1826-1856)
Tuan Raondop (1856-1886)
Tuan Rahalim (1886-1921)
Tuan Karel Tanjung (1921-1931)
Tuan Mogang (1933-1947)
Tuan Ricky Herianto Purba (1985- sekarang )

Submarga Purba

Purba terdiri dari banyak sub-marga, antara lain:
  • Girsang
  • Girsang Jabu Bolon
  • Girsang Na Godang
  • Girsang Parhara
  • Girsang Rumah Parik
  • Girsang Bona Gondang
  • Pakpak
  • Raya
  • Siboro
  • Siborom Tanjung
  • Sidasuha
  • Sidadolog
  • Sidagambir
  • Sigumonrong
  • Sihala
  • Silangit
  • Tambak
  • Tambun Saribu
  • Tanjung
  • Tondang
  • Tua
    Selain dari sub marga di atas, beberapa suku yang hidup di sekitar daerah Simalungun juga berbaur dengan penduduk bermarga Purba dan mengakibatkan timbulnya afiliasi marga-marga lain dengan marga Purba, antara lain: Manorsa, Simamora, Sigulang Batu, Parhorbo, Sitorus dan Pantomhobon.

Purba Tanjung

Purba Tanjung berasal dari Sipinggan, Simpang Haranggaol, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun. Beberapa sumber menyatakan bahwa "Tanjung" pada marga ini berasal dari lokasi kampung Sipinggan yang merupakan sebuah Tanjung di Danau Toba, arah Haranggaol.

    Keturunan Purba Tanjung berasal dari garis keturunan Ompung Marsahan Omas (dalam bahasa Indonesia berarti Bercawan Emas, karena kebiasaannya minum dari cawan Emas), yang adalah keturunan Purba Parhorbo. Marsahaan Omas memiliki keturunan bernama Bongguran yang memiliki kebiasaan "maranggir" (mandi air jeruk purut) di sekitar kampung Nagori, dengan menggunakan cawan emas.

Marsahan Omas memiliki 3 keturunan:

Tuan Siborna
Nahoda Raja
Namora Soaloon

    Nahoda Raja memiliki anak bernama Raja Omo yang merupakan Purba Tanjung pertama yang bermukim di Sipinggan.

Daftar silsilah Purba Tanjung adalah sebagai berikut:

Raja Omo
Raja Girahma
Raja Na Ijombai Gabur
Raja Napinajongjong
Raja Daniel Igor Jakarta (3 bersaudara), menghilang
Raja Pusia
Paulus Purba Tanjung (6 bersaudara)
Markus Purba Tanjung (P Siantar)
James M. Purba Tanjung (Bandung)
Gabriel Radewa Purba Tanjung (Bandung)

Lihat Juga Link :

1. http://garamasilimakuta.blogspot.com/2009/11/sejarah-simalungun.html 
2. http://garamasilimakuta.blogspot.com/2009/11/sambungan-sejarah-simalungun.html 
3. http://garamasilimakuta.blogspot.com/2009/11/sambungan-sejarah-simalungun_18.html
4. http://garamasilimakuta.blogspot.com/2009/11/siapakah-yang-disebut-sebagai-orang.html
5. http://garamasilimakuta.blogspot.com/2011/05/kerajaan-purba.html
6. http://garamasilimakuta.blogspot.com/2011/09/musik-tradisional-simalungun.html
7. http://garamasilimakuta.blogspot.com/2012/03/marga-marga-simalungun.html
8. http://garamasilimakuta.blogspot.com/2012/03/asal-usul-marga-purba.html
9. http://garamasilimakuta.blogspot.com/2012/03/sinaga.html
10. http://garamasilimakuta.blogspot.com/2012/03/damanik.html
11. http://garamasilimakuta.blogspot.com/2012/03/asal-usul-marga-sipayung.html
12. http://garamasilimakuta.blogspot.com/2012/03/identitas-simalungun-dari-persaudaraan.html
13. http://garamasilimakuta.blogspot.com/2012/03/tarombo-marga-sipayung.html
14. http://garamasilimakuta.blogspot.com/2012/03/benarkah-marga-girsang-bukan-cabang.html
15. http://garamasilimakuta.blogspot.com/2012/03/revolusi-sosial-berdarah-di-simalungun.html
16. http://garamasilimakuta.blogspot.com/2012/04/patunggung-simalungun.html